bayangan

Ada kalanya kita tidak perlu menoleh lagi ke belakang. Tak usah melihat apa yang sudah (ikhlas) kita tinggalkan. Percaya, hal itu akan meringankan langkah, untuk menjemput sesuatu yang baru. Sesuatu yang lebih melegakan. Sesuatu yang membuat kita bersyukur, karena dengan tangan dan hati yang sengaja sudah dikosongkan.

Sungguh itu tidak semudah bernafas. Aku berdiam terlalu lama untuk menahan diri tidak menoleh ke belakang. Saat aku berhenti, waktu tak ikut menemani. Dia terus berjalan. Pilihanku, tertinggal jauh di masa lalu atau kukejar waktu dan harapan.

Kuputuskan untuk mengejar waktu, semoga tak tersandung lagi oleh bayanganmu.

Advertisement

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 652 other followers